Sunday, October 28, 2012

Setting DVR ke Internet (Bag.2)

Artikel settingan DVR ke Internet (Bag.1) baca disini.

Langkah ke-6: Jalankan browser (apapun), saya menggunakan mozila firefox. Pada address bar ketikan IP Address modem ADSL. Pada artikel setting DVR ke Internet bag.1, langkah ke-3 point 5, IP address modem ADSL ini sudah diketahui yaitu 192.168.1.1. Tekan tombol enter, akan muncul dialog box user dan password. Diasumsikan user account masih dalam kedaan default. Jika sudah berubah tanyakan ke teknisi speedy yang melakukan penyetingan. User account default modem ADLS TD-8817 biasanya adalah user: admin dan password: admin. Klik OK.

Note:
Jika anda seorang teknisi/technical support cctv, maka anda harus memastikan password modem ADSL ini jauh hari sebelum penyetingan internet ke dvr. Kalaupun password tidak diketahui, maka no pelanggan speedy dan password (biasanya 10 digit dengan huruf kapital) harus diminta ke customer untuk keperluan setting ulang modem ADSL. Cara untuk menyeting modem ADSL bisa dibaca di sini

Langkah ke-7: Cari dan klik menu Status. Perhatikan kotak merah pada gambar di bawah.

menu status

 

Catat Virtual Circuit yang sedang aktif (contoh di atas terlihat PVC0 yang sedang aktif). Ciri-ciri Virtual Circuit yang sedang aktif adalah:

  1. Status dalam keadaan Connected.
  2. Connection Type yang digunakan adalah PPPoE.
  3. IP Address Publik muncul, pada contoh diatas adalah 61.141.228.34.
  4. Info Virtual Circuit ini berguna saat pengaturan open port.

 

Langkah ke-8: Akan dijelaskan 2 cara membuka port. Cara yang paling simpel adalah melalui DMZ, dan maksimal hanya 1 DVR yang dapat di buka port-nya. Cara ke-2 adalah menggunakan Virtual Server. Cara ini digunakan jika DVR yang dipasang lebih dari 1. Walaupun ada beberapa parameter yang harus diisi (tidak sesimpel DMZ), cara ini lebih aman dan fleksibel. Berikut penjelasannya.

Menggunakan DMZ

Klik Advanced Setup > NAT. Pada menu kali ini pilih Virtual Circuit yang aktif (PVC0, sesuai dengan penjelasan pada langkah ke-7). Klik DMZ.

menu NAT

Pada menu berikutnya. Pilih/klik Enable, dan pada kotak isian DMZ Host IP Address isi dengan IP address DVR, pada contoh kali ini diisi dengan 192.168.1.127. Klik SAVE.

menu DMZ

 

Menggunakan Virtual Server.

Klik Advanced Setup > NAT. Pada menu kali ini pilih Virtual Circuit yang aktif (PVC0, sesuai dengan penjelasan pada langkah ke-7). Klik Virtual Server.

menu virtual server

Berikut penjelasannya:

  1. Rule Index, adalah nomor daftar DVR yang akan dibuka port-nya. Jika ada 2 DVR maka Rule Index 1 digunakan untuk DVR ke-1, Rule Index 2 untuk DVR ke-2, dst.
  2. Appliaction, bisa diisi bebas apa saja misal DVR Rumah, DVR Pabrik, PORT DVR 1, dll.
  3. Protocol, pilih ALL saja.
  4. Start Port Number dan End Port Number diisi dengan nomor port yang sama jika DVR menggunakan hanya satu port. Ada beberapa DVR menggunakan port yang banyak, dengan range, misal port 8600, 8601, 8602, 8606 maka isi saja start port number dengan 8600 dan end port number 8606. Satu catatan lagi, jika dalam satu jaringan akan dibuka port 2 DVR maka keduanya harus menggunakan port yang berbeda. Misal DVR 1 menggunakan port 80 dan DVR 2 port 81.
  5. Local IP Address diisi dengan IP Address DVR.

Jika sudah diisi semuanya sesuai dengan settingan DVR klik SAVE.

 

Langkah ke-9: Memastikan port yang disetting pada langkah ke-8 sudah terbuka. Caranya adalah:

  1. Isikan port yang akan diperiksa,
  2. Klik tombol Check Your Port.

Jika port sudah terbuka maka akan ada notifikasi teks berwarna hijau dengan tulisan Success. Cek kembali semua settingan dan pastikan DVR sedang terkoneksi ke hub/switch jika masih error.

canyouseeme

Pada langkah ini DVR sudah dapat diakses menggunakan IP Address Publik. IP Address Publik pada contoh diatas adalah 103.3.223.81. Buka browser dan ketikan IP Address Publik tersebut (di tempat anda kemungkinan besar IP Address Publik akan sangat berbeda dengan yang tercantum di artikel ini). Seharusnya DVR sudah dapat dilihat via internet.

Untuk melakukan pengetesan via internet harus menggunakan 2 koneksi internet yang berbeda. DVR menggunakan koneksi internet speedy sedangkan client/laptop menggunakan koneksi internet modem USB (misal AXIS atau Flash Telkomsel). Pengetesan menggunakan koneksi internet yang sama disebut dengan loop back, dan biasanya menyebabkan DVR seolah-olah tidak bisa diakses.

Langkah ke-10: Adalah melakukan pengecekan provider DDNS di modem ADSL atau DVR. Support DDNS provider mana saja? Seperti kita ketahui hampir semua DVR dan modem ADSL sudah support provider DynDNS tetapi sayangnya sudah tidak gratis lagi.

Alternatif pengganti DynDNS salah satunya adalah provider NO-IP. Atau anda bisa menggunakan DDNS gratis bawaan modem ADSL atau bawaan DVR. Contoh DDNS gratis bawaan modem ADLS adalah DLINK dengan suffix domain name dlinkddns.com. Contoh lainnya adalah TP-LINK dengan versi firmware terbaru yang support NO-IP.

Contoh DDNS gratis bawaan DVR adalah Avtech dengan eagleeye-nya, CNB dengan autoipset.com, dan Geovision dengan dip.map-nya.

Intinya, pastikan minimal DVR atau modem ADSL anda sudah support DDNS yang barusan disebutkan (baca: gratisan), caranya masuk menu Dynamic DNS atau DDNS dan perhatikan pilihan provider DDNS yang tercantum, support mana saja. Jika tidak ada yang gratis maka dipastikan anda harus membeli DDNS berbayar. Untuk installer saya sarankan membeli account DynDNS Pro (up to 30 hostname). Selain lebih stabil juga tidak ribet di sisi maintenance.

Buat account dan hostname sesuai dengan DDNS yang tercantum pada menu pilihan di DVR atau modem ADSL. Jika DVR atau modem ADSL sudah dipastikan support free DDNS NO-IP atau dlinkddns.com, baca proses pembuatan accountnya disini dan disini.

 

Langkah ke-11: Setelah user account (user name dan password), dan hostname dibuat isikan ketiga data tersebut ke modem ADSL atau DVR. Klik  Access Management > DDNS.

menu ddns

Berikut keterangannya:

  1. Pilih Activated.
  2. Service Provider pilih www.no-ip.org.
  3. My Host Name, isi dengan hostname yang sudah dibuat. Contoh diatas adalah creativetech.no-ip.org.
  4. Username dan password adalah user account no-ip. Perhatikan username dan password tidak ada sangkut paut dengan password DVR. User account tersebut hanya digunakan untuk keperluan updating hostname Klik SAVE.

Jalankan command prompt windows. Klik Start > Run > Ketikan cmd tekan enter. Pada command prompt ketikan ping [hostname]. Hasilnya harus seperti di bawah ini.

ping ddns noip

 

Langkah ke-12: Memastikan settingan DDNS bekerja (berhasil) caranya adalah:

  1. Reboot atau matikan kemudian nyalakan kembali modem ADSL.
  2. Setelah kembali online ping kembali hostname yang telah dibuat.
  3. Buka kembali (refresh) halaman www.canyouseeme.org, dan samakan IP address yang terdeteksi oleh canyouseeme.org dengan hasil ping. Keduanya harus sama. Kalau berbeda berarti settingan DDNS ada yang salah, cek kembali.

check ddns

Jika sama berarti settingan DVR ke Internet sudah berhasil. DVR siap untuk diakses melalui internet.

Share This!