Tuesday, September 11, 2012

Resolusi IP Camera vs CCTV Analog

Seperti kita ketahui tujuan utama dari suatu sistem cctv adalah menghasilkan output video. Mari kita kesampingkan terlebih dulu soal selisih harga diantara keduanya. Tulisan kali ini akan menunjukan superioritas output video IP camera di banding cctv analog dari sisi teknik. Perhatikan gambar di bawah.

cctv analog vs ip camera


Berturut-turut dari kiri ke kanan adalah resolusi pada output video. CIF dan D1 adalah resolusi output video pada sistem cctv analog. Dan yang terakhir adalah IP camera. Mari kita ulas snapshot di atas.

  1. CIF sering digunakan pada cctv analog untuk mengoptimalkan frame rate setiap channelnya. Dengan settingan seperti ini, diharapkan pergerakan objek menjadi realtime (tidak patah-patah). Kekurangannya adalah, hasil record akan pecah saat di zoom.
  2. D1 merupakan resolusi maksimal dari cctv analog. Penggunaan resolusi D1 diharapkan agar hasil record tidak separah CIF. Kekurangannya adalah akan menurunkan frame rate per channelnya (pergerakan objek pada gambar akan patah-patah).
  3. IP camera berjalan pada resolusi tertinggi dengan frame rate realtime. Tidak ada tarik menarik antara keduanya. Peningkatan kualitas pada salah aspek resolusi atau aspek frame rate tidak akan berpengaruh satu sama lainnya, Kekurangannya adalah memakan ruang hard disk lebih banyak.

Berdasarkan paparan di atas mari kita lihat bagaimana jika ketiga resolusi tersebut kita zoom.

CIF zoomed


D1 zoomed


MP zoomed


Jarak antara kamera dengan objek kurang lebih adalah 4 meter. Ketiga hasil record tersebut di zoom dengan level yang sama kurang lebih 400%. Berikut ulasannya.

  1. Gambar paling atas adalah resolusi CIF. Jangankan tulisan di papan tulis, tulisan micron dikardus pun tidak jelas. Hasil record seperti ini digunakan hanya sebagai monitoring saja, tidak memenuhi syarat untuk identifikasi seseorang.
  2. Gambar ke-2 adalah resolusi D1, sudah lumayan lebih baik. Hasil record seperti ini sudah mulai memenuhi syarat untuk identifikasi, inipun pada level paling rendah. Supaya didapat hasil record yang memadai diperlukan resolusi yang lebih tinggi.
  3. Gambar terakhir (mega pixel), hasil recordnya jauh lebih baik dari point satu dan dua. Tidak hanya tulisan micron pada kardus tetapi juga tulisan papan tulis terlihat jelas. Level ini sudah memenuhi syarat untuk identifikasi wajah ataupun untuk sistem pengenal plat nomor kendaraan.

Kesimpulan:
Hasil rekaman cctv analog akan tidak optimal (baca: hancur saat di zoom) jika desainnya tidak mengikuti kaidah. Desain tersebut meliputi:

  1. View of angle kamera.
  2. Jarak kamera terhadap objek.
  3. Banyaknya kamera.

Seperti kita ketahui resolusi merupakan kepadatan informasi berupa pixel (titik). Semakin padat maka akan semakin bagus gambar yang dihasilkan. Desain ke-3 aspek diatas ditujukan agar kepadatan pixel hasil rekaman sesuai dengan keperluan pemasangan cctv, apakah hanya untuk monitoring, atau juga dapat mengidentifikasi objek yang dipantau. Tulisan tentang settingan pixel ini akan dibahas pada postingan tentang PPF (Pixel Per Foot).

Pada IP camera, perhitungan angle of view kamera, jarak terhadap objek yang dilihat, dapat dilakukan oleh satu kamera. Ini berarti tidak diperlukan desain yang sangat kritis.

Jadi bagaimana? Apakah sudah mempertimbangkan untuk beralih ke IP camera?

Sekian tulisan kali ini, jika ada pertanyaan, saran, kritik silahkan isi kolom komentar.


Share This!