16 February 2020

Penyambungan Kabel UTP


Sekalipun Video Balun telah berlalu pembahasannya, namun tidak ada salahnya jika kami lengkapi dengan topik mengenai cara penyambungan kabel seperti yang direkomendasikan oleh pabrik pembuatnya. Cara penyambungan kabel UTP ini penting untuk menjaga kualitas sinyal video, terutama pada instalasi jarak jauh. Berikut cara penyambungan yang salah dan benar.




Semoga bermanfaat.


sumber: tanyaalarm.blogspot.com atas seijin penulis.

15 February 2020

Sebaiknya Pilih Video Balun atau Coaxial? Ini Penjelasannya


Dalam satu kesempatan kami ditanya mengenai rencana instalasi camera sepanjang kabel 1 kilometer (1000m) dengan pertanyaan sederhana: perlukah video amplifier? Terus terang kami sulit untuk menjawabnya secara langsung. Sebagaimana mafhum diketahui, bahwa kabel panjang berpotensi mengundang masalah. Masalah paling ditakuti adalah gangguan gambar berupa noise dan interferensi. Penyebab utamanya sudah jelas dari panjangnya kabel, karena dengan semakin panjang, maka sinyal semakin lemah. Jika sepanjang lintasan banyak terdapat noise, maka perbandingan signal-to-noise (S per N) yang diterima oleh DVR akan kecil, sehingga mudah terganggu. Lantas, apa hubungannya dengan pertanyaan tadi? Perlukah video amplifier? Jawabannya dilematis. Di satu sisi, sinyal memang dikuatkan, namun di sisi lain -jangan lupa- noise pun akan dikuatkan pula. Jadi, alih-alih memperoleh gambar yang bagus, namun kenyataannya pada beberapa kasus, menambah video amplifier justru membuat gambar semakin "hancur". Apakah anda pernah mengalami hal ini?

Nah, pada posting kali ini, kami akan coba bahas plus minus dari video amplifier ini. Sebagai pembanding kami juga akan coba mencari alternatif solusi lainnya, yaitu dengan video balun. Manakah diantara keduanya yang lebih suitable?

Kilas Balik
Sekadar penyegaran, kami gambarkan kembali perbedaan antara sistem coaxial dengan video balun. Tujuannya agar kita dapat menganalisa dimana kira-kira pokok masalahnya apabila nanti gambar yang dihasilkan tidak sempurna. Perhatikanlah gambar di bawah ini:


Pada gambar di atas terlihat, bahwa untuk jarak 1000m sistem Coaxial memerlukan sebuah Video Amplifier untuk mem-boost signal. Pertanyaannya, dimanakah posisi video amplifier yang ideal? Apakah di dekat camera, di tengah-tengah atau di dekat DVR? Mari kita lihat analisanya nanti. Perhatikan pula bahwa L1 dan L2 perlu dimasukkan ke dalam pertimbangan cost, karena adanya penambahan jumlah connector BNC. L1 dan L2 kami masukkan pula ke dalam parameter analisa, mengingat di jalur inilah biasanya masalah timbul.

Pada sistem video balun terdapat 3 jalur yang harus diwaspadai, yaitu L1, L2 dan L3. Apa sebab? Karena balun bisa saja diletakkan berjauhan dengan camera ataupun DVR. Oleh sebab itu -selain L2- panjang coaxial L1 dan atau L3 perlu juga dimasukkan ke dalam analisa awal.

Nah, bagaimanakah implementasi di lapangan? Sebelum memutuskan memilih salah satu dari kedua sistem tersebut, ada beberapa faktor yang harus dimasukkan ke dalam pertimbangan, yaitu:

1. Jumlah camera.
2. Kondisi jalur lintasan kabel.
3. Kemudahan troubleshooting dan  maintenance.
4. Cost.

Perihal cost kami letakkan pada point terakhir agar nantinya bisa diketahui apakah secara overall sistem Balun lebih murah ketimbang Coax atau malah sebaliknya. Perlu diketahui pula, bahwa kita tidak bisa memukul rata dengan meng-klaim bahwa satu sistem lebih unggul daripada yang lain, sebab hal itu sangat tergantung dari kondisi di lapangan. Oleh sebab itulah diperlukan analisa awal terlebih dahulu dengan melibatkan 4 point di atas. Bagaimana? Berikut ini adalah sebagian dari argumentasi kami secara keseluruhan.

1. Jumlah Camera
Jumlah camera beserta letaknya merupakan faktor utama dalam menentukan apakah kita akan memakai sistem balun atau tetap mempertahankan coaxial. Hal ini berkaitan dengan pemanfaatan "pair" kabel UTP. Jika hanya satu pair saja yang bisa dimanfaatkan (artinya satu camera, satu kabel UTP), maka secara ekonomis efektivitas sistem balun ini masih tidak terasa, malah terkesan boros. Tetapi dari sisi teknis hal itu akan membantu, sebab setidaknya kita masih punya "pair" cadangan.  Melihat kondisi seperti itu, jika memungkinkan, kita sebaiknya memanfaatkan semua "pair" yang ada pada kabel UTP seperti ilustrasi di bawah ini.


Pada ilustrasi di atas terlihat, bahwa kita hanya perlu satu tarikan kabel UTP untuk mengangkut 4 Camera dari titik berbeda ke DVR di ruang control. Oleh karena jaraknya jauh, katakanlah 1000m, maka setidaknya kita memerlukan tiga titik sambungan (joint), karena 1 rol kabel UTP rata-rata memiliki panjang 1,000 feet (sekitar 305m). Camera di-"parkir" dulu di Video Balun 4 Channel dan dari sana "diberangkatkan" ke ruang control. Sayangnya, produk balun 4 Channel ini hanya tersedia tipe yang passive saja, sehingga apabila dikehendaki jarak yang lebih jauh lagi, maka kita harus memakai tipe active 1 Channel.

Sekarang bandingkan dengan sistem Coaxial pada gambar di bawahnya. Pada sistem ini kita harus menarik empat kabel Coaxial (semisal RG-6 atau tipe lainnya) ke ruang control. Secara ekonomi, empat kabel Coax tentu lebih mahal ketimbang satu kabel UTP, bukan? Secara teknis, menarik empat kabel Coax pun terasa "lebih berat" ketimbang UTP. Sementara itu, dari potensi gangguan, maka kabel Coax lebih rentan (mudah terganggu) ketimbang UTP, apalagi jika  kita sudah "bermain" dengan Video Amplifier.

Lalu, apa arti semua ini? Baiklah, kami telah membuat estimasi kasar mengenai cost dari kedua sistem ini, walau tadinya kami akan menempatkan soal ini di akhir pembahasan. Alasannya, bisa jadi diantara pembaca ada yang ingin mengetahui soal ini terlebih dulu, bukan? 

2. Kondisi Jalur Lintasan Kabel
Kiranya perlu diwaspadai, bahwa instalasi kabel CCTV outdoor sangat rentan terhadap gangguan, terlebih jika jalur kabel melintasi area tegangan tinggi untuk mesin-mesin pabrik. Jangan sekali-kali menumpangkan kabel CCTV -baik UTP maupun Coaxial- dala cable tray elektrik, karena selain menyebabkan interferensi, juga hal ini sangat sulit saat melakukan maintenance. Pilihlah jalur kabel yang lebih "selamat", kendati harus memutar agak jauh. Oleh sebab itulah gambar cable route menjadi penting, karena sangat membantu dalam meng-estimasi panjang kabel secara keseluruhan. Jika daerah berbahaya ini sulit dihindari, maka pertimbangkanlah untuk memakai sistem Balun ketimbang Coaxial dan video amplifier. 

3. Kemudahan dalam Troubleshooting dan Maintenance
Faktor ini jarang diantisipasi, sehingga saat sistem sudah running (dan walhasil ternyata banyak gangguan!), akhirnya cost untuk menambah alat ini dan itu malah menjadi tinggi. Alih-alih menekan cost, namun kenyataannya malah kebalikannya. Alat ini dan itu yang dimaksud, misalnya Ground Loop Isolator, AC Line Filter atau yang paling menjengkelkan adalah mengubah jalur kabel.

4. Cost
Setelah semua dianalisa, maka jatuhkanlah pilihan berdasarkan resiko yang paling kecil, baik dari sisi cost maupun dari segi teknis. 

Kesimpulan
Selama cost memungkinkan, maka untuk jarak di atas 300m dengan jumlah camera yang banyak, menurut hemat kami video balun lebih layak dipertimbangkan. Hal ini disebabkan video balun memiliki daya tolak terhadap noise dan interferensi  yang lebih baik ketimbang  video amplifier. Bagaimana dengan pengalaman anda?

Membuat Partisi pada DSC Power Series

Fungsi Partisi pada alarm adalah agar satu panel dapat digunakan oleh dua pemakai yang independen (sharing). Contohnya apabila ada dua kantor yang menempati lantai 1 dan 2 , maka satu panel alarm dibuat agar masing-masing kantor bisa mengoperasikan alarmnya sendiri-sendiri (independen). Sedangkan untuk keypadnya bisa hanya satu (dipakai bersamaan) atau dua (satu keypad pada setiap kantor). Jika hanya satu, maka keypad harus berada di luar kedua kantor, misalnya di coridor keluar masuk atau di dekat tangga. Pembagian zone boleh dilakukan bebas. Adapun di bawah ini hanyalah contoh. Misalnya:

Zone 1, 2, 3, 4 = ada di Partisi 1 (Kantor 1)
Zone 5, 6, 7, 8 = ada di Partisi 2 (Kantor 2)
User 1 = 1111 berlaku di Partisi 1.
User 2 = 2222 berlaku di Partisi 2.



1. Program

Section
Isi
Keterangan
[201]
[2] [#]
LED 1&2 = ON 
(Partition 1 and 2 Enabled)
[202]
[Zone 5,6,7,8 = OFF] [#]
[Zone 1,2,3,4 = tetap ON (Enable)
[210]
[Zone 5,6,7,8 = ON] [#]
-
[005] [01]
[XXX] [XXX] [XXX]
[XXX]= Entry Delay 1,  Entry Delay 2 dan Exit Delay  (untuk Partisi 1) 
[02]
[XXX] [XXX] [XXX] [#]
[XXX]= Entry Delay 1,  Entry Delay 2 dan Exit Delay  (untuk Partisi 2)

  2.  Buat User Code
      Misalnya:  1111 = User 1 dan  2222 = User 2
      Caranya:  
      [*] [5] [Master Code]  [01] [1111]    [02][2222]   [#] [#]

   3. Buat Atribut User 
       Caranya:  [*][5][Master Code] [98][01]         (Biarkan LED 1=ON)     [#]
                       [98][02]                                                     (Hidupkan LED 2)          [#]
                         [#][#]

   4. Pengujian
      Ciri bahwa Partisi 2 sudah bekerja pada contoh di atas adalah pada saat zone 5, 6, 7, 8   di open/short, keypad tetap Ready.  Ini disebabkan karena keypad sedang berada di Partisi 1 (default).

     5. Cara Pindah ke Partisi 2
       Agar zone pada Partisi 2 terdisplay pada keypad,  user harus berpindah dari Partisi 1 ke Partisi 2.

Caranya: 
Pada keypad tahan [#]  (sampai terdengar beep),  lalu tahan [2] (sampai terdengar beep).  Kemudian ganggulah Zone 5, 6, 7 dan 8.  Maka zone tersebut akan muncul dan lampu Ready akan mati.  Ini pertanda Partisi 2 sudah normal.   

Setelah 30 detik kemudian, keypad akan kembali ke Partisi 1 (default). 

Jadi untuk melakukan Arming/Disarming pada Partisi 2, kita harus "pindah" dulu ke Partisi 2 seperti di atas, lalu lakukanlah Arm/Disarm dengan code untuk Partisi 2 (Contoh: 2222).  Jika memakai code untuk Partisi 1, maka sistem tidak bisa arm/disarm. 

Status Armed Partisi 2 ini akan “mati” setelah 30 detik. Ini disebabkan keypad telah “pindah” lagi ke Partisi 1 (default).  Untuk melihat lagi status Partisi 2, lakukanlah perpindahan partisi seperti contoh di atas. Demikian seterusnya.
  
Keypad Tambahan
Bisa juga ditambahkan satu keypad lagi yang dikhususkan untuk Partisi 2, sehingga kita tidak perlu pindah-pindah Partisi lagi. Untuk itu pada keypad kedua ini kita harus program:

[*]  [8]  [Installer Code]  [000] [0]  [22]  [#]  [#]    -->  Partisi 2 / Slot 2

Selesai.

Memasang Zone Expander PC5108 pada PC1616


Zone Expander berfungsi untuk memberikan 8-zone tambahan pada sistem, sehingga diperoleh area proteksi yang lebih banyak. Berikut langkah praktis untuk menambahkan satu Expander pada Panel DSC PC1616.


1.  Hubungkan kabel Keybus (RBYG) dari expander ke terminal keypad pada panel.
2.  Jumperlah terminal TAM dengan BLK pada expander (terminal VAUX tidak dipakai).
3.  Pastikan jumper J1=OFF, J2=ON, J3=ON (pada expander).
4.  Tutup dulu zone Z1-Z8 pada expander dengan resistor 5K6.
5.  Power up panel.
6.  Masuk Program seperti biasa, lalu tekan [903] dan tunggulah sebentar.

7.  Pastikan angka 1 dan 9 menyala pada keypad.
8.  Keluar program dengan menekan [#] [#].

Selanjutnya:
9.  Masuk lagi ke program dengan menekan [*][8] [Installer Code].
10.  Pada [001] programlah definisi zone dari 01 sampai 16 seperti biasa.
11.  Pada [020] isilah 07,  08,  [#].
12.  Pada [202] enable-kan display 1 sampai dengan 8 (zone 1 sampai 8) [#].
12.  Pada [203] enable-kan display 1 sampai dengan 8 (zone 9 sampai 16) dengan asumsi semua zone ini masuk ke Partisi 1.
13.  Keluar program, tekan [#][#].

Catatan Tambahan
Pembagian Zone pada PC1616 adalah seperti ini:
-  Zone sampai 6 terletak pada mainboard panel alarm.
-  Zone 7 terletak pada keypad utama (Z-B).

-  Zone 8 terletak pada keypad tambahan (jika dipasang).  Jika keypad hanya satu, maka   Zone 8 akan “hilang”.
-  Zone 9 sampai 16 terletak pada expander (pada terminal zone 1 – 8).

Keterangan:
Jika keypad kedua dipasang, maka pada keypad tersebut tekan: [*][8][Installer Code] [000][0][12][#][#] supaya keypad tersebut bisa membaca zone 8.


Namun jika keypad ini tidak dipasang, maka zone 8 akan “blank” (tidak ada).  Jadi setelah Zone 7 langsung loncat ke Zone 9, yaitu terminal Z1 pada Expander. Akan tetapi secara keseluruhan sistem bekerja normal.

Expander pada PC1616

Berikut ini kami jelaskan kembali pembagian Zone pada PC1616 dan Zone Expander PC5108. Diagram di bawah ini memperlihatkan, bahwa Expander selalu mengawali perhitungan dari zone 9 dan seterusnya. Zone 8 adalah zone pada keypad tambahan (extra keypad), sehingga apabila keypad tambahan ini tidak dipasang, maka Zone 8 menjadi "hilang".

Oleh sebab itu, jika sudah bisa ditetapkan 16 zone sejak awal, maka memilih tipe PC1832 akan "menyederhanakan" sistem. User tidak memerlukan keypad tambahan lagi untuk zone 8, karena pada board-nya sudah tersedia Zone 1 - Zone 8. Bahkan, keypad zone pun tidak diperlukan.
Programming
Untuk mengaktifkan Zone Expander, klik di sini.
Untuk mengaktifkan Zone 7 dan 8, klik di sini.