10 August 2024

Panduan Lengkap Pekerjaan Access System - Bagian 1

Panduan Lengkap Pekerjaan Access System


Panduan Lengkap Pekerjaan Access System

Panduan Lengkap Pekerjaan Access System:  Pepatah lama “mencegah lebih baik daripada mengobati” sangat relevan ketika kita menghadapi masalah kompleks, terutama dalam proyek sistem Access. Sistem ini, baik itu magnetic card, proximity card/tag, atau fingerprint, sering kali menimbulkan masalah besar di tahap akhir. Jadi, bagaimana pepatah ini berlaku? Jawabannya sederhana: desain awal yang baik dapat mencegah stres berkepanjangan akibat kegagalan sistem yang kita pasang. Dengan menggunakan access controller yang tepat, kita dapat memastikan bahwa sistem berjalan lancar dan sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Meskipun masalah utama tidak berhenti di situ, ada satu hal penting yang perlu diperhatikan sejak awal sebelum menangani pekerjaan ini: apa sebenarnya yang dibutuhkan oleh pengguna? Apakah mereka memerlukan sistem akses atau attendance machine? Berapa total karyawan yang ada? Berapa banyak pintu yang akan dikelola? Seperti apa bentuk laporan yang diinginkan? Pertanyaan-pertanyaan ini harus dijawab jauh-jauh hari. Mengapa? Karena ini akan menentukan produk yang paling cocok dengan kebutuhan pengguna.

Tidak semua aplikasi Access System memerlukan teknologi canggih. Bahkan, sistem yang canggih sekalipun harus dibangun secara bertahap, dimulai dari yang sederhana. Setiap tahap yang selesai dan sukses dapat ditingkatkan ke tahap berikutnya. Dalam filosofi desain, ini disebut dengan scalability, yaitu kemampuan sistem untuk dikembangkan seiring dengan meningkatnya kebutuhan.

Bagaimana scalability berhubungan dengan masalah yang sering dihadapi? Jawabannya terletak pada pemilihan produk. Jika produk yang ditawarkan tidak memiliki kemampuan scalability, maka sesuaikan fitur-fiturnya dengan kebutuhan pengguna. Dalam bahasa sederhana, kita tidak bisa mengklaim produk mendukung 1.000 pengguna jika spesifikasinya hanya mencantumkan 250 pengguna. Atau, kita tidak bisa mengatakan produk dapat terhubung ke internet jika di jaringan lokal saja sudah bermasalah.

Hal yang sama berlaku untuk software aplikasi. Kebanyakan software bawaan pabrik tidak bisa langsung diaplikasikan dengan tepat. Meskipun software tersebut canggih, kita perlu menyesuaikan parameter yang berguna dan yang tidak. Oleh karena itu, penting untuk mempelajari kebutuhan pengguna dengan seksama, karena sering kali fitur canggih dalam software belum tentu dibutuhkan oleh pengguna. Dengan menggunakan access controller yang tepat, kita dapat memastikan bahwa sistem berjalan lancar dan sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Pada posting mendatang tentang Panduan Lengkap Pekerjaan Access System, jika Anda kesulitan membangun pertanyaan awal seputar kebutuhan pengguna, kami akan menyediakan daftar pertanyaan yang dapat menunjang desain dan pekerjaan di lapangan. Tujuannya sederhana, yaitu untuk menghindari masalah di tahap akhir yang dapat menyebabkan deadlock pada sistem. Selain itu, penting juga untuk mempertimbangkan penggunaan attendance machine yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Attendance machine tidak hanya membantu dalam mencatat kehadiran karyawan, tetapi juga dapat diintegrasikan dengan access controller untuk meningkatkan keamanan dan efisiensi operasional. Dengan demikian, pemilihan produk yang tepat dan perencanaan yang matang akan sangat membantu dalam menghindari masalah di kemudian hari. Selain itu, pelatihan yang memadai bagi pengguna akhir juga sangat penting. Pengguna yang terlatih dengan baik akan lebih mampu memanfaatkan semua fitur yang ditawarkan oleh sistem, sehingga mengurangi kemungkinan kesalahan dan meningkatkan efisiensi keseluruhan.

05 August 2024

Manfaat 7 Pemasangan IMOU di SSE & Biaya Pasang Kamera IMOU di Bandung


Sebelum saya cantumkan biaya pasang kamera imou, saya akan menjelaskan dulu apa itu kamera imou dan pertimbangan point-point pemasangannya.

IMOU adalah salah satu brand cctv untuk kalangan konsumer, dimana diharapkan pemasangan dan setting bisa dilakukan sendiri oleh user. Salah satu tipe nya adalah IMOU seri RANGER. Seri Ranger ini termasuk baby camera, diharapkan emak-emakpun bisa langsung menggunakannya tanpa harus memanggil teknisi. Simpelnya step pemasangan baby camera IMOU Ranger adalah sbb:

  1. Unboxing.
  2. Letakan atau posisikan kamera di meja/rak atau tempat lainnya yang dekat dengan objek pantau, dan pastikan dekat dengan colokan listrik.
  3. Pastikan terdapat sinyal wifi di lokasi no.2 tsb menggunakan hape.
  4. Power up dengan men-colokan adaptor bawaan dari IMOU. Kamera akan melakukan inisialisasi dengan berputar. Biarkan sampe berhenti.
  5. Install app IMOU Life di hape.
  6. Register/daftar sampai berhasil
  7. Add device di aplikasi IMOU Life. Ikuti petunjuk di aplikasi sampai selesai.

 

Langkah di atas hanya berlaku jika kamera diletakan di bawah, seperti di meja, rak, atau tempat terjangkau lainnya. Bagaimana jika kamera IMOU Ranger tersebut hendak dipasang di area atas semacam langit-langit? Maka diperlukan keahlian khusus dan tentunya material tambahan.

Ada beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan, saat memasang kamera IMOU di atap/langit-langit rumah, yaitu:

  1. Penarikan kabel listrik AC 220. Wifi camera bukan berarti pemasangannya bebas dari kabel. Tetap saja harus ada penggunaan kabel power.
  2. Cakupan/coverage sinyal wifi terhadap lokasi titik pemasangan kamera. Jika sinyal wifi lemah, maka dipastikan akan ada relokasi wifi router utama (modem ont) atau bahkan penambahan wifi router baru.
  3. Adanya penambahan material yang digunakan. Mulai dari kabel listrik, steker, stop kontak, kabel duct.

Pertimbangan di atas untuk sebagian orang cukup merepotkan. Apalagi untuk pemasangan di banyak titik. Supaya anda bisa duduk-duduk santai, kita bisa bantu untuk pemasangannya. Apa saja yang didapatkan? Berikut paket pemasangan yang didapatkan ataupun 7 manfaat yang didapatkan:

  1. Survey sinyal wifi (placement test).
  2. Material Bantu.
  3. Setting Account.
  4. Setting Online.
  5. Setting Sharing Device.
  6. Training Penggunaan.
  7. Garansi Pemasangan.

Adapun biaya pemasangannya ada beberapa opsional. Biaya pasang kamera imou 1 titik dengan opsi pemasangan saja tanpa material bantu adalah Rp 150.000,-. Untuk paket lengkap dengan material bantu adalah Rp 250.000,-.

Info lebih lanjut untuk biaya pasang kamera imou, bisa langsung whatsapp ke 0898 6495 447 atau tap disini.

22 July 2024

IP Address, Username dan Password Default IP Camera AEVision & Review Menu


Banyak bermunculan brand IP Camera baru yang meramaikan dunia per-cctv-an. Salah satunya adalah IP Camera AEvision. Ada beberapa tipe yang sebelumnya telah launching. Adapun password default dan menu-menu yang akan saya bahas di artikel kali ini adalah IP Camera AEvision dengan tipe ID-AE-IP1860-CV-PoE (indoor) dan ID-AE-IP1870-CV-PoE (outdoor).

ID-AE-IP1870-CV-PoE

ID-AE-IP1860-CV-PoE

IP Camera AEVision menggunakan Adaptive IP Address. Tidak ada IP Address default, kamera akan menyesuaikan dengan IP Address sekitarnya. Misal IP Address laptop 192.168.100.23, maka IP Address kamera akan menyesuaikan di segment 192.168.100.XXX.

Karena IP Camera AEVision tidak ada software utilty (tools) semacam Config Tool/SADP, maka untuk mengetahui IP Address saat itu harus menggunakan software pihak ketiga seperti Advanced IP Scanner.


IP Camera AEVision saat terdeteksi oleh advanced ip scanner hanya menampilkan IP Address saat itu dan MAC Address, kolom pabrikannya tidak ada alias kosong. Ciri khas dari IP Cam AEVision adalah MAC Address nya di awali huruf A0.

Setingan bisa menggunakan semua browser. Tidak ada plugin ataupun activeX. Mungkin karena tidak adanya plugin/ActiveX, sampe artikel ini tayang, kita belum menemukan cara untuk live preview. Untuk mengakses menu konfigurasi cukup ketikan ip address yang terdeteksi software advance ip scanner. Isikan username dan password default. Adapun username dan password default IP Camera AEvision adalah sbb:

Username: admin
Password: 123456


Berikut screenshot awal login page.



Device Info

Time Setting


User Manager, disini kita bisa mengubah atau menambah username dan password.


Storage Manager, menu ini tidak berfungsi untuk tipe yang saya pakai.


System Maintenance, fitur ini sangat berguna untuk mereboot IP Camera AEvision secara otomatis dan berkala. Kamera akan selalu dalam kondisi fit karena saat direboot semua cache memori akan tereset.


Video Setting atau Encode

Audio Setting

Settingan OSD atau Overlay, untuk mengatur caption



Image Setting, di menu ini kita bisa mengatur kecerahan warna. Enable/disable backlight seperti WDR. Dan yang terpenting setingan dual light. Default seting untuk dual light adalah white lamp.


Menu Motion Detect


Menu Human Detection



Menu Network, ada baiknya settingan dhcp dan fitur ip address adaptif dibuat disable.


Menu Platform Manager/Cloud Setting. Fungsi ini tidak bekerja, sudah saya coba berbagai settingan.


Kesimpulan:
  1. Username dan password default IP Camera AEvision adalah admin dan 123456.
  2. Tidak ada IP Address default.
  3. Tidak ada software/tools tambahan seperti Config Tools atau SADP.
  4. Diperlukan software pihak ketiga seperti Advance IP Scanner untuk mengetahui IP Address kamera.
  5. Semua settingan dilakukan via web browser.
  6. Tidak ada Live Preview, untuk melihat video live langsung add di NVR.
  7. Tidak ada P2P/cloud access walaupun ada menunya.
  8. Tidak ada tombol reset hardware.
Sekian artikel kali ini. Jika ada pertanyaan silahkan isi kolom komentar. Atau jika ingin dibantu settingan dan pemasangan silahkan whatsapp di nomor 0898 6495 447








23 March 2024

Cara Hard Reset Wifi IP Camera IMOU Ranger A1, Ranger 2 (2MP/4MP)

Cara Hard Reset Wifi IP Camera IMOU Ranger A1, Ranger 2 (2MP/4MP)

Wifi Camera Ranger A1/2 adalah salah satu kamera wifi dari IMOU dengan 2 pilihan resolusi. Wifi Camera IMOU Ranger A1/2 2MP dan 4MP.  Keduanya memiliki fitur yang sama.

  • Cakupan 360°
  • Deteksi Manusia 
  • Pelacakan Cerdas 
  • Penglihatan Malam 
  • Mode Privasi

Ada dua cara untuk mengembalikan settingan wifi kamera IMOU Ranger A1/2. Cara kesatu bisa dilakukan melalui menu konfigurasi. Cara kedua menggunakan hard reset menggunakan tombol reset yang terletak di belakang kamera.

Cara Hard Reset Wifi IP Camera IMOU Ranger A1, Ranger 2 (2MP/4MP)

Hard reset efektif digunakan jika passsword atau kode verifikasi wifi kamera sudah dirubah dan terlupakan. Atau untuk memastikan settingan kamera benar-benar kembali ke settingan pabrik/default. Harap dicatat, hard reset tidak serta merta menghapus/meng-unbind wifi camera IMOU Ranger A1/2 yang telah terdaftar di satu akun. Agar wifi camera IMOU Ranger A1 bisa di tambahkan ke akun baru, harus dihapus/ didelete manual di apps IMOU Life sebelumnya.

cara reset

Pastikan wifi camera IMOU Ranger A1/2 yang akan pindah akun sudah dihapus dari akun lainnya. Setelah itu baru bisa dilakukan hard reset. Berikut cara untuk melakukan hard reset:

  1. Pastikan wifi camera IMOU Ranger 2/A1 sudah menyala/ON.
  2. Menggunakan tangan, geser lensa kamera secara vertikal sampai kelihatan tombol reset dan slot sdcard.
  3. Tekan dan tahan tombol reset kurang lebih 10 detik sampai bunyi beep terdengar. Pastikan keluar bunyi beep. Ulangi jika tidak keluar bunyi beep.
  4. Lepaskan tangan setelah bunyi beep.
  5. Selesai.

Semudah dan sesimpel itu untuk melakukan hard reset wifi camera IMOU Ranger A1/2. Cara hard reset ini bisa diterapkan pada tipe wifi camera IMOU lainnya.

Semoga bermanfaat. Jika ada kesulitan dan perlu bantuan silahkan whatsapp kami di 0898 6495 447 atau tap disini >>> whatsapp kami

22 September 2023

Begini Cara Pemasangan PIR Indoor Yang Benar

Cara Pemasangan PIR Indoor Yang Benar


Sekalipun topik ini sudah disampaikan beberapa waktu lalu, namun tidak ada salahnya jika kami ketengahkan lagi, sebab pertanyaaan seputar masalah ini masih sering diajukan. Tingginya angka False Alarm mengharuskan installer mencari solusi yang komprehensif ketimbang menyalahkan produk itu sendiri. Demikian pula halnya apabila sensor PIR dirasa kurang sensitif, maka perlu dicarikan pula solusinya, karena baik false alarm maupun missed alarm (tidak mendeteksi) keduanya sama-sama tidak bagus. Nah, tips berikut ini semoga berguna buat anda.

1. Pilihlah lokasi yang ideal
Lokasi ideal indoor PIR adalah di sudut ruangan dan mengarah ke dalam, bukan ke arah jendela. Keuntungan menempatkan PIR di sudut ruangan adalah perolehan coverage area yang optimal (mendekati 90 derajat). Selain itu pada posisi ini tidak diperlukan bracket tambahan, karena lekukan casing belakang PIR sendiri sudah membentuk sudut 90 derajat. Teknisi tinggal melubangi casing belakang PIR untuk disekrupkan ke tembok dengan menggunakan fischer (S6). Namun, sebelum dipasang usahakanlah agar PIR tidak "melihat" benda-benda ini:

- ventilasi udara (lubang angin),
- kaca jendela luar, 
- air conditioner (ac), kulkas (refrigerator) dan kipas angin,
- benda-benda yang bergelantungan di plafon, semisal display atau banner,
- monitor PC, tungku pemanas, kompor gas (jika dipasang ke arah di dapur),
- void lantai 2,
- tangga naik,
- kap mesin mobil,
- bagian atas lemari (lintasan tikus),
- tumpukan dus yang tinggi.

2. Perhatikan ketinggian
Percayalah, PIR dengan ketinggian yang benar akan memberikan performa walk test maksimum. Perhatikanlah ketinggian yang direkomendasikan oleh pihak factory. Kalau perlu ukurlah ketinggian ini dengan meteran. Ketinggian ini diukur dari bagian tengah PIR (as) terhadap lantai. Seperti diketahui, pada umumnya di bagian tengah inilah terletak "mata" PIR yang disebut dengan pyro sensor.




3. Jangan menekuk atau menundukkan PIR
Kebiasaan ini sering dijumpai pada instalasi PIR, baik indoor ataupun outdoor. Padahal posisi PIR yang benar adalah rata dengan tembok (flat) atau sejajar dengan lantai, bukan ditundukkan ke arah lantai. Aneh, ya?

4. Berilah jeda saat walk test
Lakukanlah walk test dengan cara memotong pola deteksi PIR, bukan berjalan ke arah PIR. Berilah jeda waktu sekitar 5 - 10 detik sebelum melakukan walk test berikutnya. Lakukanlah walk test ini dengan cara berjalan normal (zig-zag), bukan dengan cara melambai-lambaikan tangan (seperti banyak dilakukan oleh teknisi ataupun customer). Lambaian tangan belum cukup kuat untuk membuat PIR mendeteksi, karena saat itu orang dalam keadaan diam (tidak berjalan). Sampaikanlah hal ini kepada customer, supaya mereka mengerti, sehingga bisa melakukan walk test sendiri dengan benar.

5. Pastikan tegangan PIR benar
Jika perlu ukur kembali tegangan PIR dan pastikan nilainya berada pada range 10V - 14VDC. Tegangan yang ngedrop merupakan salah satu penyebab false alarm yang terkadang luput dari analisa.

6.  Pertimbangkanlah untuk menutup area penyebab false alarm
Teknik ini dinamakan masking dan umumnya diterapkan pada PIR outdoor. Dengan mempelajari pola deteksi PIR, kita bisa menutup beberapa area tertentu dengan stiker putih atau transaran yang telah disertakan oleh factory. Dengan demikian PIR tidak melihat benda-benda yang menyebabkan false alarm seperti yang telah disebutkan pada point 1.




7. Manfaatkanlah feature cross zone atau double knock
Feature ini sebetulnya dimiliki oleh panel alarm. Jika upaya di atas kurang efektif, maka pertimbangkanlah untuk meng-on-kan feature ini pada panel alarm.

Nah, sebelum mem-vonis PIR jelek dan sebagainya, ada baiknya kita memperhatikan dulu hal-hal di atas. Bagaimana? False Alarm? No way, bukan?