08 January 2018

Kapan Memilih Dan Menggunakan IP Camera?

Teknologi kamera cctv berbasis kabel coaxial semakin terus berkembang. Terakhir sudah keluar resolusi 4 MP. Dari sisi resolusi gambar yang dihasilkan sudah sama dengan IP Camera. Tapi tahukah anda banyak hal yang hanya bisa dilakukan jika menggunakan IP Camera. Kapan Memilih Dan Menggunakan IP Camera? Mengingat dari sisi harga yang masih lebih mahal dan belum semua orang menguasai teknologinya.

Berikut paparan Artikel CCTV (AC) Kapan Memilih Dan Menggunakan IP Camera.

Gunakan IP Camera Jika Dipasang Di banyak Gedung Dalam Satu Area.

Banyak gedung dalam satu area itu seperti apa? Contohnya Rumah Sakit, kalo di Bandung ada RSHS. Areanya luas dan banyak gedung. Dari satu gedung ke gedung lain terpisah oleh jalan-jalan kecil berupa koridor-koridor. Dan semua kamera harus terpantau disatu tempat. Kebayang? Selain rumah sakit, pasang IP Camera di komplek pemerintahan seperti balai kota.


Intinya IP Camera ini harus dipasang di banyak tempat yang dipisahkan jalan/gang-gang atau tingkat kesulitan tarikan kabelnya cukup tinggi. 

Pengalaman menunjukan saat menggunakan cctv berbasis coax, kabel yang digunakan sangat tidak efisien, karena memerlukan 1 tarikan kabel untuk 1 kamera. Kebayangkan kalau 1 kamera memerlukan 500 meter? Berapa roll harus dibeli? Belum lagi support kabelnya semacam pipa conduit atau kabel tray. Efek samping lainnya adalah tingkat kesulitan saat maintenance menjadi sangat tinggi. Dengan penggunan ip camera maka:

  1. PENGGUNAAN KABEL akan menjadi sangat EFFISIEN. Satu tarikan kabel UTP CAT6 bisa menghandle lebih dari 100 unit IP Camera. Selain itu IP Camera bisa didistribusikan melalui radio link (Access Point).
  2. MEMUDAHKAN MAINTENANCE. Dengan semakin effiesiennya penggunaan kabel, maka manajemen IP Camera akan semakin mudah, baik itu perbaikan saat ada yang rusak bahkan penambahan kamera baru.
  3. Cabling di CONTROL ROOM akan sangat rapih, karena tidak perlunya tarikan HOME RUN dari tiap kamera. Sehingga kabel yang jatuh di control room jadi lebih sedikit, bahkan cukup hanya tarikan kabel backbone saja.
  4. Kemudahan distribusi video ke tiap lokasi akan sangat mudah. Karena berbasis IP Camera, selama terhubung dengan jaringan maka siapapun bisa mendapatkan output video tentunya dengan pengaturan user name dan password.

Pilih Dan Gunakan IP Camera Saat Memerlukan Fitur Khusus Dan Video Analitik.

Saya pernah mengulas salah satu fitur yang hanya ada di IP Camera, yaitu fitur CORRIDOR MODE. Dimana dengan fitur ini, kamera cctv dimungkinkan untuk menangkap area koridor secara optimal. Area koridor ini paling sering ditemui di hotel-hotel atau rumah sakit. Lebih lengkapnya silahkan baca disini artikel nya ---> Penjelasan Corridor Mode.


Selain fitur khusus tersebut, IP Camera memiliki fungsi Video Analitik. Salah satu contoh fungsi video analitik adalah penghitung objek (OBJECT COUNTER). Biasanya digunakan oleh toko-toko besar untuk menghitung jumlah pengunjung toko per harinya.



Selain object counter, ada juga HEAT MAP. Dengan HEAT MAP memungkinkan kamera cctv menangkap pergerakan orang (mahluk hidup) secara akurat. HEAT MAP juga digunakan di toko-toko retail untuk optimasi peletakan etalase barang. Barang mana saja yang sering diakses oleh pelanggan.




Pilih dan Gunakan IP Camera Saat Memerlukan Fleksibilitas Pemasangan.

Networking dengan konsep IP Address-nya merupakan teknologi yang sudah matang. Banyak peralatan jaringan yang dapat diintegrasikan dengan IP Camera. Yang paling sering adalah Access Point (AP). Dengan AP, data video IP Camera dapat dirambatkan ke udara melalui radio link, dan dapat menjangkau jarak yang sangat jauh. Mulai dari 1 Km bahkan sampai 32 Km.


Access Point juga dapat digunakan untuk instalasi IP Camera yang dipasang didalam lift. Pemasangan kamera cctv didalam lift sangat menyulitkan installer, karena kabel yang digunakan harus khusus dan harganya mahal. Jika menggunakan kabel biasa, maka bisa dipastikan umur penggunaan kamera cctv akan sangat pendek karena sering putusnya kabel.


Selain AP, ada perangkat jaringan yang bisa merambatkan data via listrik 220 VAC. Perangkat ini bisa dipertimbangkan untuk digunakan sebagai alternatif jika jalur tarikan kabel sulit ditemukan. Lebih lengkapnya soal power line ini bisa di baca disini ---> Power Line.



Kesimpulan

Meskipun kamera cctv berbasis kabel coax terus mengalami perkembangan yang pesat, tetap masih ada beberapa hal yang hanya bisa dicover oleh IP Camera. Teknologi paling mutakhir pun bisa dipastikan muncul terlebih dulu pada IP Camera. Tapi saya sarankan untuk penggunaan rumahan lebih baik menggunakan cctv berbasis kabel coaxial seperti CCTV SPC, dengan harga terjangkau anda mendapatkan kualitas.

CCTV berbasis IP (IP Camera) memang sudah dilengkapi dengan kemudahan saat pemasangan, tapi percayalah saat ada masalah (baca: kerusakan), anda akan kesulitan karena tidak banyak teknisi yang menguasai cctv berbasis IP Camera.

0 komentar:

Post a Comment

Maaf jika ada pertanyaan yang tidak saya jawab, dikarenakan kesibukan penulis yang tidak memungkinkan untuk selalu online. Dan mohon maaf untuk iklan dengan terpaksa saya hapus.