26 April 2019

Harddisk External Yang Tidak Terdeteksi DVR [Solusi]

Seperti yang saya tulis sebelumnya di artikel menyoal backup full 1 hard disk pada DVR, bahwa backup diperuntukan untuk “menyimpan sebagian durasi record pada waktu krusial”.

Berdasarkan konsep ini pulalah media penyimpanan DVR di optimasi pada medium usb stick atau flashdisk. Sehingga jarang ktia temukan isu kompatibilitas pada flashdisk, DVR akan selalu bisa mendeteksi/membaca flashdisk. Tetapi tidak sedikit pula yang menggunakan hard disk sebagai media penyimpanan hasil backup.

Tidak seperti flashdisk yang langsung plug n play, pada hard disk eksternal ada beberapa hal yang harus kita optimalkan supaya dikenal oleh DVR sebelum kita menjatuhkan vonis hard disk eksternal tersebut tidak kompatibel dengan DVR.  Proses simpelnya adalah sebagai berikut:
  1. Pastikan file system yang digunakan adalah FAT32. Untuk melihatnya harus menggunakan PC/laptop. Plug hard disk eksternal anda ke PC/laptop buka windows eksplorer. Pada icon hard disk eksternal klik kanan –> Properties. Disitu akan terlihat tipe file system yang digunakan oleh hard disk.
    file system hard disk
    Jika NTFS yang digunakan maka format hard disk eksternal tersebut. Caranya akan saya uraikan di bawah.
  2. Periksa tipe power supply yang digunakan oleh harddisk. Menurut pengalaman saya hard disk eksternal dengan power supply terpisah biasanya memiliki tingkat kompatibilitas yang lebih baik dibanding yang tidak.

    Berikut gambar hard disk eksternal dengan power supply terpisah.
    eksternal hdd with power supply

    Gambar hard disk eksternal tanpa power supply.
    external hdd without psu
Nah jika hard disk eksternal anda tidak memenuhi ke-2 point tersebut maka bisa dipastikan tidak kompatibel dengan DVR alias tidak bisa digunakan.
Uraian dan Cara Mem-format Hard disk Eksternal.
DVR hanya mengenal media penyimpanan dengan file system FAT32. Hard disk dengan kapasitas besar biasanya diformat dengan file system NTFS. Tidak mudah untuk memformat hard disk menggunakan FAT32, karena PC dengan O/S Windows sudah menghilangkan option format dengan FAT32.

Biasanya hard disk dengan kapasitas besar (misal 1 TB) harus diinisialisasi terlebih dahulu sebelum diformat. Inisialisasi ini diperlukan untuk alokasi tabel partisi. Ada dua tipe alokasi table partisi untuk hard disk, yaitu:
  1. MBR (Master Boot Record).
  2. GPT (GUID Partition Table).

DVR yang pernah saya oprek kebanyakan hanya mengenal layout table partisi MBR. Keterbatasan dari table partisi MBR adalah maksimum kapasitas hard disknya hanya sampai 2 TB. Jika hard disk yang digunakan untuk mem-backup ternyata tidak terdeteksi/dikenal sama sekali oleh DVR kemungkinan besar terletak pada tipe partisi yang digunakan. Supaya bisa digunakan maka hard disk tersebut harus di convert ke MBR.
Tools yang digunakan untuk proses convert ini adalah:
  1. Disk management bawaan windows. Untuk mengaksesnya buka windows explorer  –> klik kanan My Computer –> Manage –> Storage –> Disk Management.
  2. FAT32 Formater. Bisa di download di http://www.ridgecrop.demon.co.uk/guiformat.htm. (Kalau ada kesulitan mendownloadnya hubungi saya).

Berikut step untuk mengconvert hard disk NTFS ke file system FAT32:
  1. Pastikan level user windows adalah administrator.
  2. Pastikan data yang terdapat pada hard disk sudah dibackup/dipindahkan, karena hard disk akan diformat.
  3. Klik kanan My Computer –> Manage –> Storage –>Disk Management. Contoh dibawah, hard disk yang akan di convert adalah Disk 1.
    disk man 1
  4. Hapus semua volume pada Disk 1 yang akan di convert ke MBR.
  5. Klik kanan pada Disk 1 (lihat gambar dibawah area yang harus diklik kanan) –> Convert to MBR Disk.
    disk man 2
  6. Masih di Disk Management, format hard disk yang sudah di convert ke MBR . Klik kanan Disk 1 –> New Simple Volume.
Ikuti semua stepnya sampai berhasil.

Setelah berhasil dengan proses convert dan format, buka software FAT32 Formater. Secara otomatis akan mendeteksi hard disk yang baru saja di format. Lihat gambar dibawah, dan samakan settingan dengan gambar tersebut, setelah itu klik Start, tunggu sampai selesai dan berhasil.
FAT32 formater

Hard disk external siap digunakan.

Note:
  1. Selalu format terlebih dulu ke file system NTFS sebelum menjalankan FAT32 formater.
  2. Harddisk dengan kapasitas 1 TB jika di format menggunakan FAT32 Formater maka kapasitasnya akan susut menjadi kurang lebih menjadi 500 GB.
  3. Saya sudah mencoba dengan cara memformat ke NTFS sebesar 700 GB kemudian diformat lagi ke FAT 32, kapasitas hard disk masih normal kurang lebih 700 GB.
  4. Jika hard disk eksternal dibagi menjadi 2 partisi, DVR hanya akan mengenal partisi pertama saja.
Sekian artikel kali ini, semoga bermanfaat… Jika ada pertanyaan, saran, atau koreksi (sangat diharapkan) isi saja di kolom komentar atau tulis email.


Membuat Hostname di 3322.net

3322.net homepage

Setelah sebelumnya saya membuat postingan tentang membuat hostname di dlinkddns.com dan no-ip.com. Pada postingan kali ini saya akan memberikan cara membuat hostname di
www.3322.net.
Jangan kaget, website www.3322.net berasal dari negeri china sehingga semua menunya berhuruf kanji. Sengaja saya membuat postingan ini karena ada beberapa DVR produk taiwan atau china yang support DDNS ini. Dan saya sudah mencoba kehandalannya, ternyata lumayan bagus juga.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum membuat hostname di 3322.org, yaitu:
  1. Harus menggunakan browser Google Chrome, supaya mudah untuk translatenya (Chrome mempunyai auto translate seluruh web page).
  2. Pastikan DVR atau router support DDNS 3322.
  3. Buat terlebih dulu email untuk syarat registrasi.

Berikut langkah-langkahnya:
  1. Jalankan Google Chrome dan ketikan address sbb: http://www.3322.net/accounts/signin/.
    sign in 3322.net
  2. Klik link Sign up now.
    sign up 3322.net
    Isi dan sesuaikan isian teks box diatas sesuai dengan keperluan, dan klik tombol Registered acco. Perhatikan hal-hal sbb:
    • Akan ada tanda checklist berwarna hijau yang menandakan data isian yang bersangkutan valid yang artinya data bisa diproses ke langkah selanjutnya.
    • Untuk Mobile Number isi sama saja dengan contoh dibawahnya dalam hal ini: 13813888888.
    • Pastikan kotak disebelah kiri “I have read and accept the” sudah diberi tanda centang.
  3. Buka email yang anda gunakan saat proses registrasi. Klik link yang ada di dalamnya untuk aktivasi account (lihat gambar di bawah). Link tersebut akan kembali membuka page pada step ke-1. Isi Username dan Password dengan user account yang di buat pada step ke-2.
    email konfirmasi 3322.net
  4. Setelah login sukses, user akan dibawa langsung ke halaman penambahan hostname (lihat gambar di bawah). Klik tombol Now create your dynamic domain name.
    hostname list 3322.net
  5. Cukup isi kotak isian “Your domain name” dengan nama hostname yang diinginkan. Isian lainnya biarkan default saja klik tombol Create a dynam.
    new hostname 3322.net
  6. Jika sukses maka akan tampil web page sebagai berikut (lihat gambar di bawah). Hostname siap untuk digunakan.
    list hostname

    Maaf saya sembunyikan hostname-nya.
Sekian artikel kali ini. Jika ada pertanyaan atau saran silahkan sampaikan di kolom komentar.

Semoga bermanfaat…

25 April 2019

Settingan DVR ke Internet

Sengaja saya pecah ke beberapa artikel pengantar, topik mengenai Settingan DVR ke Internet, supaya pembaca lebih memahami apa yang sedang disetting dan tentunya tulisan inti dari Settingan DVR ke Internet lebih ringkas. Bagi pembaca yang belum menyimak artikel pengantar tersebut, silahkan baca di link berikut:

Baik, saya lanjut kembali. Settingan DVR ke Internet terbagi menjadi 2 langkah yaitu:
  1. Settingan parameter jaringan DVR.
  2. Settingan parameter di modem ADSL/router.

Ada baiknya saya mulai dengan gambar topologi sistem yang akan disetting. Saya asumsikan topologi yang disetting adalah topologi basic yang sering ditemui di lapangan. Pada contoh gambar di bawah, modem yang digunakan adalah modem 1 port. Dan saat melakukan penyetingan harus ditambahkan hub/switch untuk kemudahan konfigurasi port . Jika setting sudah selesai hub/switch bisa di lepas dari sistem.
topologi basic dvr

Settingan parameter jaringan di DVR

Ada 2 parameter jaringan yang harus diatur pada DVR. Yaitu IP Address dan Port DVR. IP Address DVR harus diset static bukan DHCP. Port simpelnya diset default (tidak diubah), atau diubahpun tidak mengapa. Sedangkan parameter selain IP Address dan Port, jika ditemukan dibiarkan default saja.

Tipikal menu settingan jaringan di DVR adalah seperti ini:

menu network dvr 1

Atau seperti ini:

menu network dvr 2

Masih banyak variasi menu network pada DVR. Menu setup jaringan pada DVR dapat ditemukan berdiri sendiri, ataupun merupakan submenu dari menu sytem, atau hardware, tergantung dari DVR yang digunakan.

Dari contoh topologi di atas maka pengaturan parameter jaringan DVR adalah sbb:

IP Address  :  192.168.1.2
Subnet mask  :  255.255.255.0
Gateway  : 192.168.1.1
DNS  : 8.8.8.8 atau bisa di isi 208.67.222.222
Port  :  simpelnya biarkan default atau diubahpun tidak mengapa.
Note:
Untuk settingan port bisa ditemukan di submenu PORT, atau, HTTP Setup, atau MONITORING SERVER, atau langsung berdampingan dengan IP Address, dan masih banyak lagi. Menu port ini akan selalu di bawah menu network.

Settingan parameter di modem ADSL.

3 parameter yang harus diatur pada modem ADSL adalah:
  1. Range DHCP.
  2. Membuka Port DVR.
  3. Dynamic DNS.

Range DHCP.
Default range DHCP biasanya dari 192.168.1.2 s/d 192.168.1.255. Untuk menghindari konflik IP Address DVR maka range DHCP harus diubah ke 192.168.1.3 s/d 192.168.1.255. Range dimajukan ke 192.168.1.3 karena IP Address 192.168.1.2 sudah digunakan oleh DVR.
dhcp range

Membuka Port DVR (Opening Port).
Port Forwarding atau Virtual Server diset untuk membuka port jika ada device yang akan diakses dari luar, contohnya DVR. Ada 2 cara untuk membuka port, yaitu:

Melalui menu DMZ.
Biasanya menu DMZ ada di submenu ADVANCED –> NAT –> DMZ. Cukup isikan saja IP Address DVR, maka semua port yang ada di DVR akan langsung terbuka.
dmz for dvr

Melalui Port Forwarding atau Virtual Server.
Dengan port forwarding atau virtual server, port yang akan dibuka harus didefinisikan terlabih dahulu satu persatu. Jika DVR ada 3 port yang harus dibuka maka ke-3-nya harus ditambahkan ke definisi virtual server satu per satu secara manual.
Isian pada virtual server biasanya adalah: Nama aplikasi/device/server dalam hal ini sebut saja Video Server/DVR. Kemudian Start Port Number, End Port Number, Protocol, dan terakhir IP Address DVR. Contoh pengisian virtual server:
Server Name : DVR
Start Port Number : 5445
End Port Number : 5445
Protocol : TCP, UDP, atau pilih BOTH
IP Address : 192.168.1.2
Minimal harus ada 1 port pada setiap DVR. Karena banyak DVR yang memisahkan port untuk keperluan aksesing dari device yang berbeda. Misal:
Port 80 : Untuk aksesing DVR via browser Internet Explorer.
Port 10101 : Untuk aksesing DVR via softwar client.
Port 10102 : Untuk aksesing DVR via gadget Android.
Kurang lebih seperti itu. Konsepnya sama saja yaitu pembukaan port, yang berbeda cara pengisian saja antara satu modem dengan lainnya.

Gambar dibawah adalah salah satu contoh virtual server untuk membuka port 5445 yang digunakan oleh DVR CNB.
virtual server cnb

Jika port yang digunakan sudah di buka menggunakan DMZ ataupun virtual server, langkah berikutnya adalah melakukan pengetesan untuk mengetahui berhasil tidaknya port tersebut terbuka.

Tidak ada tools khusus, cukup buka website http://www.canyouseeme.org. Isikan port yang akan diperiksa, klik tombol Check, tunggu beberapa saat. Jika berhasil maka akan ada teks hijau Success!, jika belum berhasil akan keluar teks warna merah.
canyouseeme
Dynamic DNS.
Terakhir adalah setting parameter DDNS atau Dynamic DNS. Banyak tulisan saya yang membahas DDNS ini, silahkan dibaca kembali di blog saya.

Saya memilih mengisikan parameter DDNS di modem ADSL/router karena menurut saya updater yang paling ideal digunakan adalah modem ADSL/router. Updater DDNS di DVR hanya beberapa merk saja yang bisa diandalkan, hari ini konek besok entah. Updater di PC? memang lebih baik tetapi apa customer rela membeli seperangkat PC, atau katakanlah menggunakan yang sudah ada tetapi harus on 24 jam hanya untuk update? Tentu tidak.

Saya asumsikan pembaca sudah mempunyai hostname dari salah satu penyedia layanan free DDNS. Contoh kali ini saya menggunakan dlinkddns. Cari menu DDNS atau Dynamic DNS, biasanya ada di bawah menu Advanced Setup. Jika sudah ditemukan, kurang lebih parameter yang harus diisi seperti di bawah ini (gambar saya copas dari salah satu blog):
dlinkddns free

Untuk memeriksa apakah settingan DDNS sudah benar, atau hostname sudah menunjukan IP Address Publik yang benar lakukan step dibawah ini:
Klik Start -> Run, ketikan cmd. Akan tampil dialog box degnan background hitam (prompt dos). Pada prompt DOS tersebut ketikan sebagai berikut:
C:\Documents and Settings\user> ping bandung.dlinkddns.com
Pinging bandung.dlinkddns.com [125.166.187.130] with 32 bytes of data:
Reply from 125.166.187.130: bytes=32 time<1ms TTL=255
Reply from 125.166.187.130: bytes=32 time<1ms TTL=255
Reply from 125.166.187.130: bytes=32 time<1ms TTL=255
Dan seterusnya…..
Indikator DDNS telah berfungsi dengan baik adalah:
a. Hasil ping akan reply seperti diatas.
b. IP Address dalam kurung setelah hostname (bandung.dlinkddns.com[125.166.187.130]) harus sama dengan IP Addres yang terbaca oleh web site http://canyouseeme.org.
DVR siap untuk diakses via internet ataupun gadget. Jika ada pertanyaan ataupun tambahan, silahkan saya tunggu dikolom komentar atau bisa email saya.

Sekian artikel kali ini.

Semoga bermanfaat…

24 April 2019

Membuat Hostname di dlinkddns.com

Setelah sebelumnya saya membuat postingan perihal pembuatan hostname di no-ip, postingan kali ini masih membahas hal serupa yaitu membuat hostname di dlinkddns.com.
Berbeda dengan no-ip, dlinkddns hanya menyediakan 1 hostname untuk 1 akun. Dan hostname tersebut hanya dapat digunakan pada produk-produk dlink. Dan perlu pembaca ketahui, dlinkddns.com sebenarnya masih layanan dari dyndns juga. Mungkin dlink membeli domain dlinkddns.com khusus untuk customernya. Karenanya jangan heran, jika email yang digunakan saat registrasi di linkddns.com ditolak coba cek lagi mungkin saja email tersebut sudah pernah digunakan untuk mendaftar di dyndns.

Berikut cara membuat hostname di dlinkddns.com.
  1. Buka website http://www.dlinkddns.com dan klik START untuk memulai registrasi.
  2. Isi data yang ditanyakan, beri tanda centang di Subscribe to our mailing list dan I agree to the Acceptable Use Policy Above. Klik Create Account.
    registrasi dlinkddns
  3. Akan ada konfirmasi pembuatan account ke email. Buka dulu email kita, dan klik link aktivasi supaya kita bisa login.
    email konfirmasi
  4. Setelah link tersebut di klik, akan ada notifikasi bahwa akun telah dikonfirmasi. Langsung login saja menggunakan user account yang telah dibuat pada poin sebelumnya. Untuk menambahkan host klik link Add host.
    add host
  5. Isi hostname dengan nama yang anda kehendaki, pada contoh kali ini saya beri nama bandung, sehingga hostname saya akan seperti ini –> bandung.dlinkddns.com. Jangan lupa isi New IP Address dengan Browser IP Address (lihat gambar). Klik Save.
    hostname list
Jangan lupa catat username, password, dan hostname untuk diisikan di modem ADSL/router atau di DVR.

Sekian artikel kali ini.

Semoga bermanfaat…

23 April 2019

Settingan DVR ke Internet–Penjelasan Port [Pengantar 2]

Pada artikel sebelumnya saya telah menjelaskan tentang IP Address. Pada artikel kali ini masih berkutat pada pengantar Settingan DVR ke Internet, dan erat kaitannya dengan IP Address. Bagi pembaca yang belum membaca artikel sebelumnya bisa melihat di artikel terdahulu berjudul “Settingan DVR ke Internet – Konsep TCP/IP [Pengantar]”.
Bagi yang sering melakukan  Settingan DVR ke Internet, terutama pada menu networking mungkin tidak asing lagi dengan parameter IP Address dan Port.Port disini jika diartikan secara harfiah adalah gerbang atau pintu masuk atau jalan keluar masuk. Dan port yang dimaksud disini tentu saja port logical bukan port secara hardware/fisik seperti port USB, port BNC, dan port/colokan lainnya. Port logical ini digunakan dilingkungan jaringan komputer lokal (LAN) ataupun internet (WAN).
Software DVR (dan software jaringan lainnya) menggunakan port logical ini sebagai jalur transfer data untuk melakukan koneksi dengan komputer lain.


Ada 3 jenis port:
  1. Well-known port. Port yang sudah dan sering digunakan pada service yang sama. Range port ini berkisar antara 0 –1023. Contoh port ini adalah : port 80 pada layanan web, port 21 pada layanan FTP, port 23 pada layanan telnet, port 25 pada layanan SMTP (email), port 110 pada layanan POP3 (email), dll.
  2. Registered Port. Rangenya berkisar dari 1024 -  49151.
  3. Dynamically Assigned Port. Berkisar dari 1024 – 65536.
Lalu port mana yang bisa digunakan pada Settingan DVR ke Internet? Menurut pengalaman saya port yang paling aman digunakan adalah port yang rangenya di atas 1024 atau anda bisa saja menggunakan port default bawaan DVR, karena biasanya factory sudah mensetting di port yang tidak biasa, misal 5445, 8000, 10101, dsb.
Port berdasarkan arah data terbagi menjadi 2, yaitu port outgoing dan port incoming.
  1. Port disebut port outgoing jika arah permintaan data berasal dari jaringan internal (client) ke jaringan eksternal (server). Contohnya adalah saat kita surfing menggunakan browser firefox maka port yang digunakan adalah port outgoing di port 80. Browser firefox berlaku sebagai client, sedangkan server yang menyediakan website adalah web server. Port outgoing akan selalu dibuka, kalau ditutup ga akan ada yang jualan internet lagi dong.
  2. Port disebut port incoming jika arah permintaan data berasal dari jaringan eksternal (client) ke jaringan internal (server). Contoh yang paling konkrit adalah pada aplikasi DVR. Software client DVR berasal dari jaringan eksternal sedangkan DVR yang berlaku sebagai server video berada di jaringa internal. Nah terbuka atau tertutupnya port tergantung dari kebijakan penyedia internet. Untuk speedy semua port ditutup, tetapi kita dengan leluasa bisa membuka semua portnya. Fastnet yang menutup portnya  dari port 1 s/d port 1024. Satu lagi, kartu three yang menutup semua port incomingnya, cmiiw. Bisa dipahami kebijakan penutupan incoming port ini dilakukan untuk menjaga kualitas pelayanan internetnya, sebab jika line internet port incomingnya dibuka maka user bisa meletakan server dengan leluasa dan tentu saja ini mempengaruhi kinerja keseluruhan. Sekali lagi cmiiw.
Dari penjelasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa saat kita melakukan Settingan DVR ke Internet, maka kita telah membuat suatu server video dimana arah permintaan data berasal dari luar jaringan, yang artinya kita harus membuka port yang telah kita setting di DVR.
Bagaimana cara membuka port? Untuk membuka port bisa dilakukan di ADSL modem atau router, dengan satu catatan IP Address DVR harus satu segment dengan ADLS modem/router. Misal IP Address ADSL modem 192.168.1.1 maka IP Address DVR harus disegment 192.168.1.xxx, (xxx rangenya dari 2 – 254). Setelah itu cari saja sub menu Virtual Servers, atau Port Forwarding, atau bahkan pada tipe-tipe tertentu ada yang menamakannya Service di menu ADSL modem/router.
Disitu kita akan menemukan menu start port number dan end port number, jika yang dibuka adalah single port isi saja dengan nilai yang sama. Selain itu ada nama aplikasi dari port tsb, isi saja dengan nama DVR atau video server. Dan terakhir IP address DVR yang port-nya kita buka. Untuk lebih jelasnya lihat gambar di bawah. Pada menu router dengan merk lain kurang lebih sama.
port router tp-link
Submenu ini biasanya ada di bawah menu Advanced Setup –> NAT. Kita bisa menambahkan beberapa device yang portnya akan kita buka. Bisa saja dalam satu koneksi ada 3 DVR yang akan kita buka port-nya. Jika demikian halnya maka yang harus diperhatikan adalah IP Address dan port ke-3 DVR tersebut harus berbeda. Contoh:
  1. DVR 1, IP Address : 192.168.1.20 Port : 8000.
  2. DVR 2, IP Address : 192.168.1.21 Port : 8001.
  3. DVR 3, IP Address : 192.168.1.22 Port : 8002.
Sebenarnya ada langkah yang paling cepat untuk membuka port DVR. Cari menu DMZ dan isikan saja IP Address DVR, dan voila maka SEMUA port akan terbuka secara otomatis tanpa harus kita membuat definisnya satu per satu. Ada 2 kekurangan dari DMZ ini menurut saya:
  1. Dari sisi security sangat rentan, karena semua port dibuka. Ini berlaku terutama jika DVR yang digunakan adalah DVR PC Based.
  2. Kadang-kadang port tetap tertutup pada merk tertentu walaupun sudah kita masukan ke DMZ.
settingan dmz pada dlink
Pertanyaan terakhir adalah bagaimana kita mengetahui suatu port sudah terbuka atau tidak? Kita bisa menggunakan layanan gratis dari http://www.canyouseeme.org untuk memeriksanya. Cukup kunjungi situs tersebut dan isikan port yang kita maksud, klik Check. Insya Allah jika dinyatakan sukses maka 90% DVR sudah bisa diakses via internet. Jika disebutkan error seperti gambar di bawah, coba diperiksa lagi settingan open portnya.
canyouseeme
Sekian artikel kali ini. Tunggu kelanjutan artikel ini…
Semoga bermanfaat…